13 Hal Ini Akan Kamu Temukan Pasca Menikah

Karena Menikah Tak Sekedar Hal-Hal Indah, Namun Ada Berbagai Macam Hal di Dalamnya

0
189
views
13 hal pasca menikah
13 hal pasca menikah

Menikah adalah sebuah momen yang sangat sakral dan membahagiakan. Hidup terasa sempurna bila telah menemukan pasangan hidup. Tetapi kenyataannya, menikah tdak hanya yang indah-indah saja, ada berbagai ujian yang datang tak kenal waktu dan kamu harus bisa saling bekerjasama untuk menghadapinya. Lalu, apa sajakah ujian atau realita yang ada setelah menikah?

  1. Untuk suami, persoalan finansial yang seharusnya dipikirkan tentu akan bertambah.

Tak  dapat diabaikan, persoalan finansial menjadi suatu hal krusial ketika berumah tangga. Dari yang umumnya sendiri, kini  wajib menghidupi istri dan buah hati. Dari yang umumnya sering hangout, kini mulai memikirkan menabung untuk membeli rumah.  Kalau kalian sama-sama bekerja, persoalan finansial tak terlalu membebani. Tetapi ada bagusnya untuk mengawali perencanaan keuangan jauh sebelum memantapkan diri ke  level pernikahan.

  1. Buat istri, sudah waktunya gak manja lagi, ada suami yang perlu diperhatikan juga.

Cewek baru mantap disebut istri apabila telah lancar memahami keperluan suami. Bisa memasak, mengurus rumah tangga, mengelola keuangan keluarga, memberi dukungan ketika suami lelah serta dirundung permasalahan, dan sebagainya. Jika istri berkarir, keperluan suami dan keluarga tetaplah harus menjadi prioritas nomor satu.

  1. Ingat, masih ada orang tua dan mertua yang perlu kamu jaga juga.

Menikah itu juga menyatukan dua keluarga yang berbeda. Dengan kata lain, kalian perlu menyatukan dua tabiat yang berbeda. Kalian perlu saling bekerja sama untuk memahami tradisi orang tua kalian masing-masing. Dengan membiasakan diri untuk menjaga dua keluarga, tentu akan jauh lebih gampang melihat dan menjaga mereka.

  1. Dengan menikah, kian banyak sifat pasangan yang terbuka.

“Ih, kamu kalau tidur sukanya kentut!”

“Kamu mandinya lama banget. Luluran ya?”

“Jangan pakai pakaian itu dong. Malu-maluin di depan rekan kerjaku”

Percayalah! Setelah  menikah nanti, ada ekspresi semacam di atas yang akan kamu lontarkan. Bagus untuk hal yang sifatnya remeh, ataupun yang agak serius. Sabar dulu, jangan merasa kecewa dulu. Ingat, kalian telah mengikat janji suci. Bertengkar itu wajar, yang perlu dilakukan yaitu saling menerima kebiasaan tersebut. Atau mungkin juga, kalian bisa sama-sama mengurangi kebiasaan jelek itu hingga akhirnya saling menerima.

  1. Hamil sembilan bulan akan terasa berat jika tak ada kerjasama yang kuat.

Jangan disangka hamil sembilan bulan itu cuma kerja istri. Bukan, ini juga kerja suami untuk mengikuti istrinya. Perubahan mood, perubahan fisik, muntah-muntah, pusing dan ngidam, tidak lagi terasa berat jika suami siap mensupport istrinya.

  1. Saat si kecil lahir, di situlah timbul tantangan jangka panjang yang lain.

Saat ini ada bayi kecil yang sehat dan lucu di antara kalian. Tetapi  di balik itu, kamu perlu mulai memikirkan perencanaan keuangan yang matang untuk membiayai keperluannya. Mulai dari susu, baju, sampai pendidikannya di masa depan.

  1. Setelah menikah, pulang rumah habis kerja adalah prioritas pertama dalam kehidupanmu.

A: “Habis jam kantor, kita mau ngumpul di kafe nih. Ikutan, yuk! Ditraktir lho!”

B: “Enggak, ah! Saya mau pulang aja. Kasian si kecil dan istri di rumah nungguin”

Saat belum menikah, tentu tak perlu berpikir dua kali menerima ajakan sahabat. Namun setelah menikah, prioritas kalian akan bersama orang di rumah. Kalian tak mau kehilangan momen berharga dengan si kecil. Lagipula jika nanti terjadi sesuatu, siapa juga yang menanggung susahnya  selain kalian berdua?

  1. Seiring bertambahnya usia si kecil, waktu bersama pun akan semakin berkurang.

Makin besar usia si kecil (dan makin banyaknya anak  yang dipunya), tentunya keperluan keluarga tidaklah sesederhana dulu. Gak heran kalau waktu berdua juga makin berkurang. Tapi percayalah, ini merupakan saat-saat kalian diuji. Yang satu diuji perjuangannya, yang satu diuji kesetiaannya.

  1. Karir juga meningkat dengan tajam, namun godaan yang datang semakin banyak juga.

Semakin sukses seseorang, semakin banyak godaan menerpa. Sebagai istri, kamu masih dituntut pengertian terhadap profesi suami yang semakin padat-padatnya. Jika nanti muncul gosip atau terpaan berita miring, jangan terburu terprovokasi. Begitu juga sebaliknya dengan suami. Bila salah satu tersandung masalah, kalian harus saling setia mendampingi dan menguatkan.

  1. Belajar bagaimana caranya memantau anak, tanpa mengekangnya itu susah!

Perjuangan kamu sebagai pasangan yang menikah, tidak terhenti sampai anak dewasa. Ketika di usia ini, pergaulan anak sudah semakin luas. Sudah waktunya belajar caranya untuk memantau anak tanpa terlihat mengekannya. Dan ini tidak mudah, lho!

  1. Ketika anak telah memilih kehidupannya sendiri, percayalah kalian akan selalu dibutuhkan olehnya, sesederhana apapun itu!

Akhirnya, kamu menuntaskan tugasmu sebagai orang tua. Anakmu mendapatkan jodohnya dan memilih jalan hidupnya sendiri. Ia menikah dan hidup mandiri dengan berpisah dari keluarga. Ia pun mulai merasakan perjuangan yang sama, seperti yang kamu alami dahulu. Namun semandiri apapun ia, percayalah! Ia akan terus membutuhkan peranmu sebagai orang tua, sesederhana apapun itu.

  1. Di usia yang tak bisa dibilang muda lagi, kamu menyadari bahwa perjuangan orangtuamu dulu tidak bisa dianggap sebelah mata.

Seluruh anakmu telah memilih mandiri dengan hidupnya masing-masing. Dengan begitu, kamu kini hanya tinggal berdua dengan suami di rumah. Di titik inilah, kamu banyak merenung dan merindukan nostalgia. Kamu mulai ingat masa kecilmu, yang mana sangat bandel pada orangtua. Namun setelah menikah dan menjadi orangtua, kamu sadar betapa beratnya perjuangan orangtuamu dulu untuk mendahulukan anaknya.

  1. Karena hanya Tuhan yang mampu memisahkan cintamu, kamu akan tetap saling memperjuangkan dan mengisi satu sama lain.

Dan pada akhirnya, meski kamu sudah tidak bekerja lagi, meski kamu sudah tidak mengasuh anak lagi, bukan berarti perjuangan pasca pernikahan berakhir. Saat inilah keriput di wajahmu mulai subur. Rambut-rambutmu juga memudar kehitamannya. Tubuh juga tak berbentuk gitar spanyol karena riwayat kehamilan. Tapi perjuanganmu pasca pernikahan belum berakhir.

Kamu masih harus berjuang mempertahankan cintamu dengan suami, hingga akhir nanti. Bagaimana pun kalian nampak sekarang, cuma Tuhan yang bisa memutuskan cinta kalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here