Mitos dan Makna di Balik 7 Bunga Pernikahan

0
119
views
Makna dan Mitos di Balik 7 Bunga Pernikahan

Pernikahan memang identik dengan kehadiran bunga. Baik itu dibawa oleh pengantin wanita dalam bentuk buket tangan maupun dipajang sebagai dekorasi ruangan. Namun, tahukah kamu bahwa sejak jaman Victoria bunga seolah menjadi pengganti emosi yang tak bisa diluapkan dengan bahasa verbal. Beberapa bunga pun memiliki makna dan menyimpan mitos tersendiri.

Meskipun kini kehadiran bunga hanya dimanfaatkan sebagai pemanis dekorasi semata, namun tak ada salahnya bila kamu mengetahui mitos dan makna tersembunyi dibalik tujuh jenis bunga pernikahan berikut ini.

1. Bunga Melati

Bunga Melati

Bagi pengantin tradisional, melati tentu menjadi bunga yang tak boleh terlewatkan. Bunga yang melambangkan kesucian, keanggunan, dan ketulusan ini biasanya dihadirkan ritual adat mulai dari prosesi siraman hingga ke pelaminan. Rangkaian bunga melati juga menjadi aksesori wajib dalam busana pengantin tradisional.

Pengantin wanita adat jawa atau Sunda misalnya, memakai roncean melati sebagai hiasan kepala. Pengantin Makassar dan Bugis juga menghiasi rambutnya dengan kuncup melati yang disematkan ke rambut menyerupai butiran mutiara. Sementara pengantin pria Jawa menghiasi keris mereka dengan rangkaian melati yang disebut roncean usus-usus.

Konon dalam pemakaian roncean usus-usus merujuk pada bentuknya yang menyerupai usus dan dikaitkan dengan legenda Haryo Penangsang pada masa Kesultanan Demak abad ke-XVII. Dikisahkan Haryo Penangsang kalah bertarung dengan Sutawijaya hingga perutnya tertusuk tombak dan ususnya terburai. Pantang menyerah, ia malah melingkarkan ususnya yang terburai ke dalam warangka (sarung keris) yang terselip di pinggangnya. Namun nahas, ia justru tewas terbunuh oleh kerisnya sendiri.

2. Bunga Heliotrope

Bunga Heliotrope

Heliotrope merupakan bunga berwarna ungu yang menjadi lambang kesetiaan dan kepatuhan. Konon makna bunga ini berasal dari kisah mitologi Yunani dara cantik bernama Clytia yang mabuk kepayang dengan ketampanan dewa Helois. Kesetiaan dan keteguhan Clytia inilah yang membuatnya dikutuk menjadi bunga heliotrope. Apakah kamu memercayainya ?

3. Bunga Lily

Bunga Lily

Bentuknya yang unik dan sentuhan warna putih yang elegan, membuat bunga lily menjadi salah satu bunga favorit untuk pernikahan. Sehingga jangan kaget jika bunga ini tergolong berharga mahal. Pada perkawinan bangsa Yunani, bunga lily dan gandum akan dirangkai untuk dijadikan sebuah mahkota pengantin. Rangkaian ini merupakan simbol dari kemurnian dan kehidupan yang berlimpah. Namun bunga lily juga menjadi bunga yang ditaruh di samping kuburan anak-anak. Sehingga tak semua orang mengaplikasikan bunga ini untuk pernikahan.

4. Bunga Krisan

Bunga Krisan

Keunikan bunga krisan ada pada mahkotanya yang mirip bunga Matahari dan warna yang beragam. Sejarahnya bunga krisan sudah ditemukan di Cina sejak 2500 tahun lalu. Bunga ini pun menjadi bunga suci kempat setelah bambu, plum, dan anggrek di negeri tirai bambu tersebut. Dari segi maknanya sesuai Feng Shui, bunga Krisan memiliki makna keceriaan, optimis, dan  dipercaya membawa kebahagiaan dan tawa di dalam keluarga.

Sedangkan dari segi bahasa bunga krisan diambil dari bahasa Yunani, chrysos yang berarti emas dan anthos yang berarti bunga. Meskipun begitu, tak semua bangsa menganggap bunga krisan sebagai bunga yang tepat untuk pernikahan. Di Italia misalnya, bunga krisan justru identik dengan kematian. So, bagi kamu yang punya pasangan orang Italia jangan coba-coba untuk memberikan bunga ini sebagai lambang cinta ya!

5. Bunga Mawar Merah

Bunga Mawar Merah

Ini dia salah satu bunga yang populer digunakan untuk menyimbolkan cinta. Nah, tahukah kamu jika alasan kenapa bunga mawar dikenal sebagai lambang cinta ini juga terlahir dari  kisah cinta tragis Aphrodite dan pemburu rupawan Adonis dalam mitologi Yunani.

Untuk menunjukkan keberaniannya, Adonis berusaha menundukkan seekor babi hutan. Namun sayangnya, Adonis justru terluka akibat berburu babi hutan. Keajaiban pun muncul jelang kematian Adonis, serumpun bunga mawar tumbuh segar dari tetesan darah yang mengucur di tubuh Adonis. Itulah asal mula mawar merah menjadi lambang cinta meski cinta tragis di ujung kematian.

Terlepas dari kebenaran mitos tersebut namun tak dipungkiri kalau keindahan bunga mawar merah memang memberi kesan romantis yang bisa membuat siapa saja terpesona.

6. Bunga Mawar Putih

Bunga Mawar Putih

Bunga mawar tanpa warna ini justru memiliki kesan jahat dan menjadi simbol kematian. Namun dalam kultur lain, mawar putih juga diibaratkan sebagai lambang kesucian dan keperawanan. Hal ini pun tercermin pada tradisi Minahasa dalam upacara khusus pemberian buket bunga mawar putih oleh mempelai pria kepada mempelai wanita.

7. Bunga Daisy

Bunga Daisy

Menurut legenda bangsa Celtic tiap ada kematian bayi yang baru lahir, para wanita mengirim bunga daisy yang dipercaya mampu menghibur perasaan kedua orangtua yang ditinggalkan. Bunga ini tergolong lama, karena sudah ditemukan sebagai dekorasi keramik bangsa Mesir Kuno.

Bunga daisy juga memiliki ciri khas pada mahkotanya yang banyak jumlahnya. Konon, kaum Victoria kerap menggunakan bunga ini untuk mencari jawaban atas keraguan terhadap cerita cintanya. Caranya yakni dengan memetik mahkota bunga satu per satu sembari berucap “He loves me, He loves me not,.. ” Hasil petikan terakhir itulah menandakan apakah ia cinta atau sebaliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here