Tradisi Prewedding di Berbagai Negara Muslim

0
145
views
Tradisi Prewedding di Negara Muslim

Tasaer kurang adil nampaknya jika kita berbicara soal mempersiapkan pesta pernikahan yang identik hanya dengan pesta pora semata. Pasalnya, ada pula serangkaian tradisi berdasarkan agama maupun budaya setempat yang digelar sebelum hari pernikahan itu tiba. Seperti yang dilakukan oleh calon pengantin di beberapa negara dengan mayoritas penduduk muslim berikut ini :

Henna Party

Pengantin wanita muslimah di Timur Tengah dan Asia Selatan lazimnya melangsungkan henna party sebelum hari pernikahan. Calon pengantin wanita bersama teman dan keluarga dekatnya akan mengundang henna artist untuk melukiskan ukiran tertentuu di tangan dan kaki calon pengantin wanita dengan menggunakan pasta henna, sejenis daun pacar yang mampu meninggalkan noda merah tua.

Selain mempercantik penampilan pengantin wanita, ukiran henna juga berfungsi untuk melindungi mempelai wanita kesempatan ikatan wanita. Pengantin juga bisa diwarnai dengan minyak wangi dan disajikan dengan hadiah perhiasan dan sutra. Perayaan serupa diadakan untuk mempelai pria di banyak negara Islam.

Mandi

Kamu mungkin sudah tak asing dengan prosesi siraman yang dilakoni oleh calon pengantin jawa atau ngebakan yang dilakukan calon pengantin sunda. Ya, ritual mandi sebelum hari pernikahan ini ternyata juga terjadi di beberapa negara muslim lainnya. Mandi bukan hanya diartikan sebagai prosesi membersihkan diri, melainkan ritual untuk menyucikan calon pengantin sebelum hari pernikahan.

Pengantin Mesir misalnya akan mandi dengan air yang diambil dari sungai Nil sebelum pernikahan mereka. Sedangkan di desa Punjab, Pakistan, para kerabat akan mengunjungi rumah mempelai pria sebelum hari pernikahan untuk menonton ritual mandi. Pun dengan pengantin wanita Maroko yang akan melakukan ritual penyucian diri yang digelar selama lima hari.

Berbagi Minuman

Kalau di negara barat ada istilah wedding toast, maka di Turki ada pula tradisi serupa. Bedanya, tradisi berbagi minuman di kalangan muslim Turki dilaksanakan sebelum pernikahan atau saat prosesi pertunangan.

Imam atau pemimpin agama setempat akan meminta ayah dari pihak wanita dan pria untuk mengucap doa restu atau dukungan mereka terhadap usulan pernikahan anaknya. Dukungan tersebut akan diulang sebanyak tiga kali di hadapan pihak keluarga dan teman-teman.

Begitu Imam secara resmi mengumumkan pertunangan tersebut, semua orang yang hadir akan mulai minum serbat (sejenis minuman yang terbuat dari es dan jus buah) sebagai bentuk perayaan.

Gaye holud

Gaye holud atau upacara kunyit adalah tradisi unik yang dilakukan oleh calon pengantin muslim di Bangladesh. Bagi masyarakat setempat, kunyit dipercaya sebagai rempah yang membawa keberuntungan serta mengusir roh-roh jahat. Ritual ini dilaksanakan untuk mempelai wanita juga pria namun dirayakan di tempat terpisah.

Mula-mula keluarga pihak pria – tanpa mempelai pria akan datang ke kediaman mempelai wanita dengan membawa hadiah berupa sutra dan permata. Mereka datang dengan kostum sari berwarna kuning dan merah untuk para wanita. Sementara para pria akan mengenakan tunik sutra panjang. Kemudian, pengantin wanita yang juga berpakaian sari  duduk di atas panggung yang sudah dihias dengan bunga-bunga.

Prosesi pun diawali dengan ibu mempelai pria yang mengikat rakhi (sejenis gelang emas berumbai) di sekitar pergelangan pengantin wanita sebagai simbol pertunangan. Gelang ini tidak boleh dilepas sampai setelah pernikahan. Setelah itu, para tamu pun satu per satu mendekati pengantin wanita untuk menggosok kunyit di wajahnya dan di wajah mereka sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here